jangan ingatkan aku


jangan ingatkan aku pada ulang tahunku
karena yang teringat adalah catatan kecilmu
pada almanak yang menggantung di dinding
hujan selalu datang di bulan ini,” begitu tulismu
tapi kini almanak itu sudah menguning
sementara debu menyamarkan catatanmu

ingatkan saja aku pada satu musim
ketika pagi mengantarkan bocahbocah kecil
riang jejakkan kaki pada tanah berembun
dan nyanyian burung di hutan sahut bersahutan
lalu sepi ketika matahari pulang ke sarang

jangan ingatkan lagi pada ulang tahunku
karena yang teringat hanya jumlah lilin, gelak tawa
denting botol dan dan asap rokok yang menjelaga
hanya bising musik hantarkan tidur kita hingga lusa
dan terbangun dengan hati yang masih bertanya hampa

-d-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.