di bawah ringkuk bulan
aku letakkan hati pada dingin pantai
agar hancur dihempas malam
*diambil dari “your love means everything – coldplay*
Perth, 5.33pm
di bawah ringkuk bulan
aku letakkan hati pada dingin pantai
agar hancur dihempas malam
*diambil dari “your love means everything – coldplay*
Perth, 5.33pm
aku datang dengan cara berlari…
apakah menurutmu aku datang untuk mengejarmu?
aku menepi dan berpikir sejenak tentang alasanku berlari
aku memang berlari untukmu, namun bukan mengejarmu
aku berlari semata karena aku melihat diriku dalam dirimu
aku berlari karena aku tidak ingin tertinggal olehmu
aku berlari untuk tunjukan aku mampu ikuti langkahmu
aku berlari untukmu, namun bukan untuk mengejarmu
Perth, 4.30am
kitapun sampai pada khayal
di saat selembar demi selembar kiasan
lepas dari tangkai
dan berderai perlahan
apalagi
yang bisa dimaknakan
dari ribuan kata
yang senantiasa berhamburan
karena kalimat yang kau ucapkan
telah lengkap berguguran dalam hatiku
sesederhana kidung baru
-d-
ketika hujan mengaburkan jalan
aku ingat engkau, berdiri di seberang
kita berlindung di bawah rimbun cemara
dimana kita temukan dunia asing
tempat upacara cinta dilaksanakan
lalu gerak menyatukan hati kita
tepat di bawah kaki langit
dan wangi cemara itu
masih saja lekat
sebagai kenangan
selepas hujan reda
-d-
ingatkan saja aku pada satu musim
ketika pagi mengantarkan bocahbocah kecil
riang jejakkan kaki pada tanah berembun
dan nyanyian burung di hutan sahut bersahutan
lalu sepi ketika matahari pulang ke sarang
jangan ingatkan lagi pada ulang tahunku
karena yang teringat hanya jumlah lilin, gelak tawa
denting botol dan dan asap rokok yang menjelaga
hanya bising musik hantarkan tidur kita hingga lusa
dan terbangun dengan hati yang masih bertanya hampa
-d-

sore ini
ingin ku lukis langit
tempat matahari dan peziarah mengakhiri hari
namun di luar hujan belum reda
sementara aku terkurung entah di dunia mana
lalu ku tulis sajak untukmu
pada lembarlembar daun yang gugur siasia
karena musim mengubah kata menjadi lumpur
saat hujan belum juga reda
aku tak sanggup menamai
apa yang membasah di pipi
-{d} 4/10/09-
knapa ya? waktu lagi-lagi memaksa aku untuk pergi, baru sebentar aku merasa dekat lagi walopun kamu gak perduli .. mungkin kita memang ditakdirkan untuk tidak bertemu ya, tapi jika benar bumi itu bulat, aku berharap pastilah nanti kita bertemu di satu titik, ya kan?
sbenernya aku yang menjauh atau kamu yang memang jauh, knapa waktu gak pernah berpihak kepada kita dan aku harus pergi
lagi.